ADAT BASANDI SYARAK SYARAK BASANDI KITABULLAH PDF

Dalam rentang sejarah yang panjang sudah tampak penyiapan sarana surau dan lembaga pendidikan anak negeri di dalam kaum, dusun, taratak dan nagari. Masyarakat Melayu dan Minang hidup dalam syariat agama Islam. Membangun tatanan kekerabatan adat resam, dengan Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah. Pepatah adat menyebutkan, Rarak kalikih dek mindalu, tumbuah sarumpun jo sikasek, Kok hilang raso jo malu, bak kayu lungga pangabek, Nak urang Koto Hilalang, nak lalu ka Pakan Baso, Malu jo sopan kalau lah hilang, habihlah raso jo pareso. Alangkah indahnya satu masyarakat yang memiliki adapt resam yang kokoh dan agama syarak yang kuat.

Author:Yozil Akijas
Country:Egypt
Language:English (Spanish)
Genre:History
Published (Last):6 October 2008
Pages:155
PDF File Size:2.44 Mb
ePub File Size:7.91 Mb
ISBN:473-8-22546-159-8
Downloads:22717
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Zulkis



Oleh : H. Bahkan sangat Buya H. Masoed Abidin dominan sepanjang sejarah Ranah Bundo ini. Apabila di runut sedari pengupayaan dan pembinaan ummat itu sangatlah besar. Buktinya bertebaran pada setiap nagari. Bahkan sampai kepelosok kampung, dusun dan taratak.

Adanya pemahaman bahwa, Rarak kalikih dek mindalu, tumbuah sarumpun jo sikasek, Kok hilang raso jo malu, bak kayu lungga pangabek. Sungguhpun dimasa ini ungkapan itu tidak kentara dalam kenyataan keseharian. Sesuatu yang perlu dipertanyakan, kenapa …???

Didalam pembinaan masyarakat, memulainya dari akar rumput. Mengawali langkah dari surau dan rumah tangga serta lingkungan masyarakatnya. Disini terletak kekuatan utama. Potensi masyarakat mestinya digerakkan optimal dan terpadu untuk menghidupkan tata masyarakat beradat itu. Tujuan mulia yang hendak dicapai adalah mencerdaskan ummat dengan menanamkan budi pekerti akhlaq yang sesuai dengan bimbingan syariat Islami.

Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan diantara mereka beberapa orang untuk memperdalam ilmu pengetahuan mereka tentang agama syariat, syarak dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya dengan cara-cara mengamalkannya pada setiap prilaku dan tindakan dengan kehidupan beradat , apabila mereka telah kembali kepadanya — kekampung halamannya —, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.

IX, at Taubah, ayat Banyak program pendidikan masyarakat di sejajarkan. Akibat langsung yang sangat terasa adalah kurangnya kemandirian masyarakat di nagari-nagari yang pada mulanya menjadi tumpuan harapan bagi pembinaan anak nagari. Disamping tentu tidak pula dilupakan karena pesatnya penetrasi budaya dari luar. Memperkuat ummat dengan menghormati perbedaan Merosotnya peran kelembagaan adat dan syarak, di Minangkabau dalam bentuk surau, dan lemahnya pagar adat di lingkungan kekerabatan masyarakat telah menjadi penyebab hilangnya saing pemuka adat dan agama dalam peran pembinaan anak nagari.

Disini pokok permasalahan yang amat perlu diamati. Jika kondisinya demikian, peran serta bagaimana yang dituntut kepada masyarakat kini? Rasanya tidak adil kalau pihak pemerintah menuntut lebih banyak dari masyarakat. Khususnya dalam bidang dana dan daya tenaga pengajar, tuanku dan imam khatib di nagari-nagari. Apalagi kalau kita melihat selama ini perhatian lebih banyak diberikan kepada membedakan kesamaan di tengah realitas muthlak adanya perbedaan itu, atau adat salingka nagari..

Untaian kata hikmah di Minangkabau mengungkapkan pemahaman bahwa perbedaan semestinya dihormati. Tuntutan Zaman Seiring perkembangan zaman, masyarakat memerlukan pendidikan berkualitas quality education [1]. Ada dorongan keras untuk memproduk SDM yang bisa dibeli pasar tenaga kerja. Satu hal perlu di pahami pada awal abad 18, para ulama dan ninikmamak di nagari-nagari berperan menjadi penggagas dan pengasuh masyarakatnya. Mereka melengkapi diri dengan perguruan surau madrasah yang memiliki jalinan hubungan yang kuat dengan masyarakat.

Kokoh di dalam satu hubungan saling menguntungkan symbiotic relationship. Surau menjadi kekuatan perlawanan membisu silent opposition terhadap penjajahan budaya dari luar. Dari surau ini lebih jelas respon pemimpin dan komunitas Muslim menantang penjajahan budaya luar. Ummat kuat dan berdaya. Masyarakat Minangkabau sangat akomodatif, terhadap pendidikan di sekolah negeri, seiring pemahaman syariat di dalam membentuk watak anak nagari. Sungguhpun ada dikotomi antara sekolah agama negeri dan surau, dalam sebutan ambtenaren dan orang surau [2] , perbedaannya teramat kecil.

Bahkan sikap akomodatif masyarakat Minangkabau ini, telah menjadi pendorong lebih maju, sangat dinamis. Menyikapi Perubahan zaman Perubahan cepat di tengah derasnya arus globalisasi menompangkan riak dengan gelombang penetrasi budaya luar asing. Arus itu telah membawa akibat perilaku masyarakat, praktek pemerintahan, pengelolaan wilayah dan asset, serta perkembangan norma dan adat istiadat di banyak nagari di ranah Sumatra Barat terlalaikan.

Perubahan perilaku lebih mengedepankan perebutan prestise dan kelompok berbalut materialistis dan jalan sendiri individualistik. Akibatnya, kepentingan bersama dan masyarakat sering di abaikan. Menyikapi perubahan sedemikian, acapkali idealisme kebudayaan Minangkabau menjadi sasaran cercaan. Indikasinya sangat tampak pada setiap upaya pencapaian hasil kebersamaan kolektif bermasyarakat menjadi kurang peduli di banding pencapaian hasil perorangan individual.

Sebenarnya, nagari dalam daerah Minangkabau Sumatra Barat seakan sebuah republik kecil. Memiliki sistim demokrasi murni, pemerintahan sendiri, asset sendiri, wilayah sendiri, perangkat masyarakat sendiri, sumber penghasilan sendiri, bahkan hukum dan norma-norma adat sendiri. Memahami Bimbingan syarak dalam kaedah adat Masyarakat adat berpegang adat bersendi syariat dan syariat yang bersendikan Kitabullah, sebenarnya memahami bahwa kaedah-kaedah adat dipertajam makna dan fungsinya oleh kuatnya peran syariat.

Manjilih ditapi aie, Mardeso di paruik kanyang. Kesadaran kepada luasnya bumi Allah, merantaulah! Allah telah menjadikan bumi mudah untuk digunakan. Maka berjalanlah di atas permukaan bumi, dan makanlah dari rezekiNya dan kepada Nya lah tempat kamu kembali.

Karatau madang di hulu babuah babungo balun. Marantau buyuang dahulu di rumah paguno balun. Tawakkal dengan bekerja dan tidak boros. Artinya, pemahaman syarak menanamkan dinamika hidup yang tinggi.

Kesadaran kepada ruang dan waktu Menyadari bahwa peredaran bumi, bulan dan matahari, pertukaran malam dan siang, menjadi bertukar musim berganti bulan dan tahun, adalah hukum alam semata.

Ditananamkan kearifan akan adanya perubahan-perubahan. Artinya, pemahaman syarak menekankan kepada kehidupan yang dinamis, mempunyai martabat izzah diri , bekerja sepenuh hati, menggerakkan semua potensi yang ada, dengan tidak menyisakan kelalaian ataupun ke-engganan. Tidak berhenti sebelum sampai. Tidak berakhir sebelum benar-benar sudah. Konsep tata ruang yang jelas Nagari di Minangkabau berada di dalam konsep tata ruang yang jelas.

Basasok bajarami, Bapandam bapakuburan, Balabuah batapian, Barumah batanggo, Bakorong bakampuang, Basawah baladang, Babalai bamusajik. Kedua lembaga ini — balai adat dan surau — keberadaannya tidak dapat dipisah dan dibeda-bedakan. Apabila kedua sarana ini berperan sempurna, maka di kelilingnya tampil kehidupan masyarakat yang berakhlaq perangai terpuji dan mulia akhlaqul-karimah itu. Konsep tata-ruang ini adalah salah satu kekayaan budaya yang sangat berharga di nagari dan bukti idealisme nilai budaya di Minangkabau, termasuk di dalam mengelola kekayaan alam dan pemanfaatan tanah ulayat.

Tata ruang yang jelas memberikan posisi peran pengatur, pemelihara. Pendukung sistim banagari yang terdiri dari orang ampek jinih, yang terdiri dari ninikmamak yakni penghulu pada setiap suku, yang sering juga disebut ninikmamak nan gadang basa batuah, atau nan di amba gadang, nan di junjung tinggi, sebagai suatu legitimasi masyarakat nan di lewakan. Maka, nagari di Minangkabau tidak sebatas pengertian ulayat hukum adat.

Lebih mengedepan dan utama adalah wilayah kesepakatan antar berbagai komponen masyarakat di dalam nagari. Spiritnya adalah ; a. Basalang tenggang, artinya saling meringankan.

Kesediaan memberikan dukungan terhadap kehidupan bersama. Alam telah diciptakan oleh Yang Maha Kuasa. Terkandung faedah kekuatan, dan khasiat yang perlu untuk mempertinggi mutu hidup jasmani manusia.

Ada keharusan berusaha membanting tulang. Ada kewajiban memeras otak untuk mengambil sebanyak-banyak faedah dari alam sekelilingnya itu. Sambil menikmatinya, ada kewajiban mensyukurinya, dengan beribadah kepada Ilahi.

Tidak terbawa hanyut materi dan hawa nafsu yang merusak. Menghendaki keseimbangan rohani dan jasmani. Sikap hidup attitude towards life ini, menjadi sumber pendorong kegiatan di bidang ekonomi. Tujuan utama untuk keperluan jasmani material needs. Hasilnya tergantung kepada dalam atau dangkalnya sikap hidup tersebut berurat dalam jiwa masyarakat nagari. Dan bergantung pula kepada tingkat kecerdasan yang telah dicapai. Dukungan masyarakat adat dan kesepakatan tungku tigo sajarangan yang terdiri dari ninikmamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang dan kalangan rang mudo, menjadi penggerak utama mewujudkan tatanan sistim di nagari.

Terutama dalam menerjemahkan peraturan daerah kembali kepemerintahan nagari. Hakekatnya, anak nagari sangat berkepentingan dalam merumuskan nagarinya. Konsep ini mesti tumbuh dari akar nagari itu sendiri. Tidak suatu pemberian dari luar. Lebih lagi didalam menatap setiap perubahan peradaban yang tengah berlaku. Masyarakat nagari tidak terdiri dari satu keturunan suku saja, tetapi asal muasalnya berdatangan dari berbagai daerah di sekeliling ranah bundo.

Namun mereka dapat bersatu dalam satu kaedah hinggok mancangkam tabang basitumpu atau hinggok mencari suku dan tabang mencari ibu. Ada satu bentuk perilaku duduk samo randah tagak samo tinggi. Menjadi prinsip egaliter di Minangkabau. Kalau bisa dipertajam, inilah prinsip demokrasi murni dan otoritas masyarakat yang sangat independen.

Langkah Penting kedepan adalah, 2. Mendukung pemerintahan yang menerapkan low-enforcment 3. Memperkuat kesatuan dan Persatuan di nagari-nagari, dengan muaranya adalah ketahanan masyarakat dan ketahanan diri. Dimulai dengan apa yang ada. Kekayaan alam dan potensi yang terpendam dalam unsur manusia. Kekayaan nilai-nilai budaya lengkap dengan sarana pendukungnya.

FBI XL2T PROGRAM PDF

Adat bersendi syarak

Apabila kedua sarana ini berperan sempurna, maka di kelilingnya tampil kehidupan masyarakat yang berakhlaq perangai terpuji dan mulia akhlaqul-karimah itu. Kekuatan tamaddun dan tadhamun budaya dari syarak Islam menjadi rujukan pemikiran, pola tindakan masyarakat berbudaya yang terbimbing dengan sikap tauhid aqidah kokoh , kesabaran teguh sikap jiwa yang konsisten, keikhlasan motivasi amal ikhtiar , tawakkal penyerahan diri secara bulat kepada kekuasaan Allah yang jadi ciri utama sibghah, identitas iman dan takwa secara nyata yang memiliki relevansi diperlukan setiap masa, dalam menata sisi-sisi kehidupan kini dan masa depan. Suatu individu atau kelompok masyarakat yang kehilangan pegangan hidup aqidah dan adat , walau secara lahiriyah kaya materi namun miskin mental spiritual, akan terperosok kedalam tingkah laku yang menghancurkan nilai fithrah itu. Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun tentang nama-nama itu. Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia.

CAROL COLLINS CROMATOGRAFIA PDF

Pemahaman Adat basandi syarak, Syarak basandi Kitabullah, di dalam masyarakat Minangkabau

Oleh karena itu kita harus mengetahui langkah-langkah yang harus ditempuh untuk mewujudkan Daulah Islam tersebut, hal ini kita lakukan dengan cara mengikuti contoh dan tauladan Rasulullah Saw ketika mendirikan daulah Islam di Madinah. Harus diketahui dan dipahami bahwa perjuangan dalam rangka mewujudkan sistem Islam tersebut, tidak mungkin dilakukan secara individual, akan tetapi harus dilakukan secara jamaah. Oleh karena itu harus ada sebuah jamaah yang secara konsisten memperjuangkan tegaknya kembali sistem Islam di permukaan bumi ini. Sebab tanpa melakukan aktifitas politik, maka memperjuangkan tegaknya sistem Islam yang merupakan lembaga poilitik akan sia-sia. Menurut Syeikh Taqiyuddin An-Nabhani seorang pendiri dan pemimpin Hizbut Tahrir Partai Politik yang bertujuan mendirikan Khilafah Islamiyah , langkah-langkah yang ditempuh Rasul dalam mendirikan Daulah Islam tersebut adalah sebagai berikut : [3] 1.

KLM EMBRYOLOGY PDF

Bahkan sangat dominan sepanjang sejarah Ranah Bundo ini. Apabila di runut sedari pengupayaan dan pembinaan ummat itu sangatlah besar. Buktinya bertebaran pada setiap nagari. Bahkan sampai kepelosok kampung, dusun dan taratak. Adanya pemahaman bahwa, Rarak kalikih dek mindalu, tumbuah sarumpun jo sikasek, Kok hilang raso jo malu, bak kayu lungga pangabek.

Related Articles