DEKOMPENSASI KORDIS PDF

Jantung yang lemah masih dapat memompakan darah dalam jumlah yang cukup bila penderita dalam keadaan istirahat, tetapi tidak mampu lagi bila ada beban tambahan akibat kegiatan, kehamilan, demam dan lain-lain. Payah jantung dapat di temukan pada tingkat permulaan sampai pada tingkat yang berat. NYHA mengklasifikasikan, gagal jantung Class 1 : Berupa keadaan klien dalam aktifitas fisik sehari-hari tidak menimbulkan sesak napas atau kelelahan. Class 2 : Penderita penyakit jantung saat istirahat tidak ada keluhan namun bila melakukan aktifitas harian menimbulkan sesak napas dan kelelahan. Class 3 : Saat istirahat tidak ada keluhan.

Author:Kilkree Kelkree
Country:Seychelles
Language:English (Spanish)
Genre:Photos
Published (Last):27 February 2004
Pages:213
PDF File Size:15.12 Mb
ePub File Size:3.67 Mb
ISBN:739-3-20782-364-3
Downloads:52171
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Mokora



EKG Irama sinus atau atrium fibrilasi, gel. Kateterisasi jantung dan Sine Angiografi Didapatkan gradien tekanan antara atrium kiri dan ventrikel kiri pada saat distol. Selain itu dapat dideteksi derajat beratnya hipertensi pulmonal. Dengan mengetahui frekuensi denyut jantung, besar curah jantung serta gradien antara atrium kiri dan ventrikel kiri maka dapat dihitung luas katup mitral. Kemungkinan diagnosa keperawatan 1. Penurunan curah jantung berhubungan dengan penurunan pengisian ventrikel kiri, peningkatan atrium dan kongesti vena.

S: Mengeluh sesak, kelelahan, keletihan. Resiko tinggi kelebihan volume cairan: edema berhubungan dengan kongesti vaskuler pulmonalis dan perpindahan cairan ke ekstra vaskuler. S: Mengeluh badan terasa berat dan kemeng. O: Odema. Perubahan perfusi jaringan berhubungan dengan penurunan aliran arteri vena dengan keterlibatan katup mitral. S: Mengeluh lemah, cepat capek. Resiko tinggi gangguan pertukaran gas berhubungan dengan perubahan membram kapiler alveoli dan retensi cairan interstisiil.

S: Mengeluh sesak nafas, batuk kering, tidak produktif dan kelelahan. O: Oedema pada ektremitas bawah, akral dingin, cyanosis. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan ketidakseimbangan antara suplay dan demand oksigen.

S: Mengeluh sesak nafas, dispneu pada saat aktivitas. O: Keluar keringat dingin, nyeri dada, fibrilasi arterial. Resiko tinggi nyeri berhubungan dengan iskhemi jaringan miokard. Resiko tinggi terhadap kerusakan integritas kulit berhubungan dengan perubahan sirkulasi dan status metabolik. Cemas berhubungan dengan penurunan status kesehatan dan situasi krisis. S: Mengelah tidak bisa tidur dan istirahat. O: Wajah nampak tegang, takikardi. Kurang pengetahuan tentang kondisi, kebutuhan pengobatan berhubungan dengan kurang terpajan informasi tentang penyakit katup jantung.

Gangguan pola nafas berhubungan peningkatan tekanan CO2. S: Mengeluh sesak nafas. Gangguan rasa nyaman berhubungan dengan pengeluaran keringat berlebihan. S: Mengeluh badan basah O: Gelisah, sering mengelap badan. Perubahan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan penurunan intake, mual dan anoreksia. S: Mengeluh mual, tidak nafsu makan. O: Makan hanya beberapa sendok, sediaan tidak habis.

Resiko tinggi terhadap infeksi berhubungan dengan penurunan daya tahan tubuh. Resiko tinggi konstipasi berhubungan dengan penurunan intake fiber dan penurunan bising usus. Gangguan pola tidur dan istirahat berhubungan dengan dispneu.

Resiko tinggi penurunan tingkat kesadaran berhubungan dengan penurunan aliran darah ke otak. Resiko gangguan sensorik-motorik berhubungan dengan hipoksemia. Resiko terjadinya gagal ginjal akut berhubungan dengan penurunan aliran darah pada ginjal. Resiko terjadinya kontraktur berhubungan pembatasan gerak, kelemahan. Resiko injury berhubungan pusing dan kelemahan. Diagnose dan Tindakan keperawatan a.

Kerusakan pertukaran gas b. Kaji kerja pernafasan frekwensi, irama , bunyi dan dalamnya 2. Koreksi kesimbangan asam basa 5. Beri posisi yang memudahkan klien meningkatkan ekpansi paru. Cegah atelektasis dengan melatih batuk efektif dan nafas dalam 7. Lakukan balance cairan 9. Eavluasi kongesti paru lewat radiografi Kolaborasi :.

CRACK THE CASE DAVID OHRVALL PDF

Askep Decompensasi Cordis

Keluhan utama Napas sesak, nyeri ulu hati, kaki bengkak dan kalau bekerja cepat capek. Riwayat kesehatan masa lalu Klien mengatakan Masuk rumah sakit kali ini adalah yang ketiga. Masuk rumah sakit terakhir adalah enam bulan yang lalu dengan keluhan kaki bengkak dan tangan kanan tidak bisa diangkat dan karena sudah sembuh sehingga di pulangkan. Setelah pulang dari RS klien di rumah tidak kerja hanya bantu masak dan mencuci. Kegiatan ini dilakukan tapi cepat capeh dan napas mulai sesak. Pernah berobat di dokter praktek namun obat habis dan tidak control lagi.

CAVATINE SAINT SAENS PDF

DEKOMPENSASI KORDIS

EKG Irama sinus atau atrium fibrilasi, gel. Kateterisasi jantung dan Sine Angiografi Didapatkan gradien tekanan antara atrium kiri dan ventrikel kiri pada saat distol. Selain itu dapat dideteksi derajat beratnya hipertensi pulmonal. Dengan mengetahui frekuensi denyut jantung, besar curah jantung serta gradien antara atrium kiri dan ventrikel kiri maka dapat dihitung luas katup mitral.

MAKALAH VARICELLA PDF

Jantung yang lemah masih dapat memompakan darah dalam jumlah yang cukup bila penderita dalam keadaan istirahat, tetapi tidak mampu lagi bila ada beban tambahan akibat kegiatan, kehamilan, demam dan lain-lain. Payah jantung dapat di temukan pada tingkat permulaan sampai pada tingkat yang berat. NYHA mengklasifikasikan, gagal jantung Class 1 : Berupa keadaan klien dalam aktifitas fisik sehari-hari tidak menimbulkan sesak napas atau kelelahan. Class 2 : Penderita penyakit jantung saat istirahat tidak ada keluhan namun bila melakukan aktifitas harian menimbulkan sesak napas dan kelelahan. Class 3 : Saat istirahat tidak ada keluhan. Aktifitas fisik yang lebih ringan dari aktifitas sehari-hari sudah menimbulkan sesak napas dan kelelahan. Class 4 : Penderita tidak mampu melakukan aktifitas fisik.

Related Articles