ENSEFALOPATI HEPATIKUM PDF

Ensefalopati Hepatikum 12 Mar Ensefalopati hepatikum adalah kegagalan fungsi hati dalam menetralisir zat racun sehingga terakumulasi dalam aliran darah, kemudian mengalir menuju otak, menyebabkan penurunan fungsi nya. Ensefalopati hepatikum merupakan salah satu komplikasi yang spesifik dari sirosis hepatis dimana otak teracuni oleh zat-zat seperti amonia, suatu produk sampingan hasil pemecahan protein. Apa itu koma hepatikum? Koma hepatikum adalah kondisi parah akibat komplikasi sirosis hepatis dimana otak diselubungi amonia atau toksin lain yang mengakibatkan penurunan fungsi otak ditandai rasa kebingungan, emosi tak terkendali, dan bahkan sampai koma hingga mengancam jiwa penderitanya Koma hepatikum pada sirosis hepatis dipicu oleh perdarahan di saluran pencernaan, infeksi,kegagalan hati dalam menetralkan toksin dari obat-obatan, amonia, stres, dll. Patofisiologi ensefalopati hepatikum Dalam tubuh orang normal, zat-zat akan diserap ke dalam aliran darah dari usus melalui hati, di mana toksin biasanya dinetralkan.

Author:Kesho Grogar
Country:Singapore
Language:English (Spanish)
Genre:Science
Published (Last):5 October 2019
Pages:330
PDF File Size:13.67 Mb
ePub File Size:8.73 Mb
ISBN:612-4-70552-710-9
Downloads:13967
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Tojalmaran



Ensefalopati Hepatikum 12 Mar Ensefalopati hepatikum adalah kegagalan fungsi hati dalam menetralisir zat racun sehingga terakumulasi dalam aliran darah, kemudian mengalir menuju otak, menyebabkan penurunan fungsi nya. Ensefalopati hepatikum merupakan salah satu komplikasi yang spesifik dari sirosis hepatis dimana otak teracuni oleh zat-zat seperti amonia, suatu produk sampingan hasil pemecahan protein. Apa itu koma hepatikum? Koma hepatikum adalah kondisi parah akibat komplikasi sirosis hepatis dimana otak diselubungi amonia atau toksin lain yang mengakibatkan penurunan fungsi otak ditandai rasa kebingungan, emosi tak terkendali, dan bahkan sampai koma hingga mengancam jiwa penderitanya Koma hepatikum pada sirosis hepatis dipicu oleh perdarahan di saluran pencernaan, infeksi,kegagalan hati dalam menetralkan toksin dari obat-obatan, amonia, stres, dll.

Patofisiologi ensefalopati hepatikum Dalam tubuh orang normal, zat-zat akan diserap ke dalam aliran darah dari usus melalui hati, di mana toksin biasanya dinetralkan. Banyaknya zat toksin seperti amonia adalah produk pemecahan normal dari pencernaan protein, akan dinetralkan oleh hati yang sehat. Pada sirosis hepatis dengan ensefalopati hepatikum, toksin tidak dihapus karena fungsi hati terganggu. Selain itu, beberapa toksin juga melewati hati melalui koneksi abnormal secara bypass via pembuluh darah abnormal, disebut kolateral pembuluh darah baru.

Racun atau toksin yang melewati hati, langsung dibuang ke aliran darah, mengalir ke seluruh tubuh, hingga menyelubungi otak, menyebabkan komplikasi serius seperti koma, diistilahkan koma hepatikum. Pembuluh darah abnormal ini terbentuk diantara sistem vena portal dan sirkulasi umum yang normal.

Pembuluh darah ini sebagai konsekuensi dari hipertensi portal. Etiologi Ensefalopati hepatikum Pada sirosis hepatis, penyebab ensefalopati hepatik biasanya disebabkan oleh beberapa peristiwa, seperti berikut: — Sering mengalami infeksi — Tidak mengambil obat yang diresepkan — Perdarahan di saluran pencernaan varises lambung dan atau gangguan vena di kerongkongan varises esofagus — Makan terlalu banyak protein hewani, terutama di daging merah — Kurang minum.

Apa pun penyebabnya, hasilnya adalah sama: — Racun dapat mencapai otak dan mempengaruhi fungsinya. Penyebab secara pasti bagaimana zat beracun bisa mencapai ke otak tidak diketahui. Gejala ensefalopati hepatikum Secara umum, penderita sirosis hepatis yang memiliki gejala ensefalopati hepatik ditandai fungsi otak yang terganggu, terutama penurunan tingkat kewaspadaan dan kebingungan tingkat tinggi.

Pada gejala tahap awal, perubahan perlahan muncul dalam penalaran, kepribadian, dan perilaku. Mood juga berubah, dan cara mengambil keputusan mungkin terganggu. Pola tidur akan terganggu membuat penderita menjadi mudah tertekan, cemas, atau mudah tersinggung, bahkan mereka kesulitan untuk berkonsentrasi.

Pada setiap tahapan dari gejala ensefalopati hepatik, napas penderita biasanya berbau seperti buah, namun sangat apek. Selama gangguan berlangsung, orang tidak bisa mengendalikan gerakan tangan untuk stabil, menghasilkan gerakan yang kasar asteriksis , kaku dan tidak terkontrol, dikenal sebagai tremor. Otot-otot mereka mungkin bergerak menyentak tanpa sadar setelah mendengar suara tiba-tiba, paparan cahaya, ada gerakan mengejutkan, atau stimulus lain.

Gerakan menyentak tanpa sadar ini disebut myoclonus. Kadang, sirosis hepatis dengan komplikasi ensefalopati hepatikum menjadi gelisah, cemas, dan beringas.

Pada akhirnya, fungsi hati akan terus memburuk, menyebabkan penderita akan kehilangan kesadaran dan masuk ke ranah koma. Koma akibat ensefalopati sangat berbahaya dan sering menyebabkan meninggal, meskipun tengah menjalani pengobatan, yang dikenal dengan istilah koma hepatikum. Pengobatan Ensefalopati hepatikum dan koma hepatikum biasanya diobati melalui 2 cara — Menghilangkan pemicu — Menghilangkan zat beracun dari usus Dokter akan mencoba menghilangkan pemicu, seperti infeksi atau pengaruh obat.

Dokter juga mencoba untuk menghilangkan zat beracun dari usus karena zat ini dapat berkontribusi untuk ensefalopati hepatik. Dokter mungkin menggunakan satu atau lebih dari langkah-langkah pengobatan termasuk berikut: 1.

Diet Biasanya, dokter menyarankan orang-orang untuk membatasi konsumsi daging atau protein hewani lainnya. Racun seperti amonia yang terbentuk selama proses pencernaan protein hewani, terutama daging merah, tetapi juga pada ikan, keju, dan telur. Untuk memastikan orang mendapatkan cukup protein, dokter menyarankan mereka untuk makan lebih banyak makanan yang mengandung protein nabati, seperti protein kedelai.

Laktulosa Laktulosa, gula sintetis, bertindak sebagai pencahar, mempercepat perjalanan makanan. Selain itu, zat ini bisa menurunkan jumlah amonia yang diserap oleh tubuh. Enema Enema atau cleansing diberikan untuk mempercepat perjalanan makanan dan menghilangkan racun. Antibiotik Dokter mungkin meresepkan antibiotik yang diminum melalui mulut tetapi tidak diserap dari usus. Antibiotik ini tetap berada di usus, di mana mereka dapat mengurangi jumlah bakteri yang membentuk racun selama pencernaan.

Dengan pengobatan, ensefalopati sering bisa dipulihkan. Bahkan, pemulihan secara utuh, terutama jika dipicu oleh penyebab yang mudah diatasi. Namun, ensefalopati pada sirosis hati parah, di kemudian hari biasanya akan mudah kambuh, mereka tetap membutuhkan perawatan intensif dan berkelanjutan. Silakan pergi ke laman pengaturan dan pilih opsi "Letakkan secara manual" How useful was this post? Click on a star to rate it! Vote count: 0 No votes so far! Be the first to rate this post.

ANTHONY HOROWITZ NECROPOLIS PDF

ensefalopati hepatikum

Obat-obatan penenang yang dapat menekan saraf sentral. Beberapa kelainan ini adalah hepatitis karena virus seperti hepatitis B dan hepatitis C , infeksi parah, penyakit autoimun, kanker, dan sindrom Reye. Ensefalopati juga bisa disebabkan oleh penggunaan obat-obatan, seperti obat anti-radang nonsteroid NSAID dan konsumsi alkohol yang berlebihan. Pengidap sirosis hati juga dapat terkena ensefalopati dari penggunaan analgesik dan sedatif. Gejala utama ensefalopati hepatik, yaitu: Bingung dan pikun. Suasana hati mood yang berubah-ubah.

ANTONIN ARTAUD VAN GOGH EL SUICIDADO POR LA SOCIEDAD PDF

Ensefalopati Hepatik

Definisi Ensefalopati hepatikum adalah suatu sindrom neuropsikiatri pada penderita penyakit hati berat yang ditandai dengan kekacauan mental, tremor otot, dan flapping tremor asteriksis , yang dapat berlanjut pada keadaan koma dalam dan kematian. Etiologi dan Patogenesis Patogenesis ensefalopati hingga saat ini belum diketahui secara pasti, namun Sherlock , , mengemukakan konsep umum patogenesisnya yaitu ensefalopati hepatikum terjadi akibat akumulasi dari sejumlah zat neuroaktif dan kemampuan komagenik dari zat — zat tersebut dalam sirkulasi sistemik. Beberapa hipotesis yang telah dikemukakan antara lain : Hipotesis amonia : Hati merupakan organ penting dan satu — satunya yang berperan dalam detoksifikasi zat — zat berbahaya. Salah satu zat toksik yang harus dirubah hati adalah NH3 yang merupakan hasil deaminase asam amino dan perubahan akibat kerja bakteri usus yang mengandung urease terhadap protein, NH3 selanjutnya diubah menjadi urea pada sel hati periportal dan menjadi glutamine pada sel hati perivenus, sehingga jumlah ammonia yang masuk sirkulasi dikontrol dengan baik. Dalam keadaan dimana amonia tidak dimetabolisme oleh hati akibat kerusakan sel hati maupun akibat pintasan portal ke sistemik tanpa melewati hati, maka amonia yang beredar dapat menembus sawar darah otak dan mengganggu metabolisme otak. Beberapa peneliti melaporkan bahwa ammonia secara invitro akan merubah loncatan klorida melalui membrane neural dan akan mengganggu keseimbangan potensial aksi sel saraf. Selain itu, ammonia dalam proses detoksikasi akan menekan eksitasi transmitter asam amino, aspartat, dan glutamate pada sel saraf.

LCD 16X2 HD44780 DATASHEET PDF

Diagnosis dan Terapi Ensefalopati Hepatik: Fasilitas Kesehatan Dengan Sumber Daya Terbatas

Di samping itu hati juga berperan sebagai gudang tempat penyimpanan bahanbahan seperti glikogen dan beberapa vitamin dan memelihara aliran normal darah splanknikus. Oleh karena itu jika terjadi kerusakan sel-sel parenkhim hati akut maupun kronik yang berat, fungsi-fungsi tersebut akan mengalami gangguan atau kekacauan, sehingga dapat timbul kelainan seperti ensefalopati hepatikum Akil, Beberapa menyebutkan ensefalopati hepatic dengan istilah koma hepatikum. Karena manifestasinya tidak selalu dalam bentuk koma, melainkan terdiri atas beberapa tingkat perubahan kesadaran maka untuk selanjutnya dipakai istilah ensefalopati hepatic EH.

Related Articles