MAKALAH VARICELLA PDF

Varisela dapat merupakan penyakit kongenital, menyerang bayi baru lahir, menyerang anak kurang dari 10 tahun terutama usia 5 sampai 9 tahun, bahkan orang dewasa. Pada anak sehat penyakit ini biasanya bersifat jinak, jarang menimbulkan komplikasi dan hanya sedikit yang menderita penylit, tetapi pada status immunitas yang menurun, seperti bayi baru lahir, immunodefisiensi, tumor ganas, dan orang dewasa yang mendapat pengobatan immunosupresan sering menimbulkan komplikasi bahkan menyebabkan kematian1. Pada kontak pertama virus ini menyebakan penyakit cacar air atau chicken Pox, dan pada reaktivasi infeksi, virus ini menyebabkan penyakit yang disebut sebagai herpes zooster atau shingles1. Pencegahan terhadap varisela dapat dilakukan dengan pemberian immunisasi aktif maupun pasif, dengan demikian maka penderita yang beresiko mendapatkan komplikasi saat menderita penyakit varisela, atau menderita varisela yang cenderung berat dapat diberi immunisasi untuk meningkatkan immunitasnya1. Penyakit ini pertama kali dilaporkan oleh Herbeden dan oleh Steiner yang dapat memindahkan varisela kepada sukarelawan.

Author:Kajiran Dougor
Country:South Africa
Language:English (Spanish)
Genre:Travel
Published (Last):23 August 2008
Pages:28
PDF File Size:19.31 Mb
ePub File Size:1.20 Mb
ISBN:154-4-55516-562-6
Downloads:44495
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Meztinris



Infeksi berulang dapat mengakibatkan terjadinya herpes zoster, dimana telah dikenal sejak lama. Infeksi varicella primer cacar air susah dibedakan dengan cacar sampai akhir abad ke Pada tahun , Steiner menunjukkan bahwa cacar air disebabkan oleh cairan vesikula yang berasal dari pasien dengan akut varicella.

Observasi klinis mengenai hubungan antara varicella dan herpes zoster dibuat pada tahun oleh Von Bokay ketika anak-anak yang tidak terbukti memiliki kekebalan terhadap varicella setelah kontak dengan herpes zoster. VZV diisolasi dari kedua cairan vesikular yang berasal dari cacar air dan lesi zoster dalam kultur sel oleh Thomas Weller pada tahun Penelitian laboratorium virus itu selanjutnya menyebabkan pengembangan vaksin varicella hidup yang dilemahkan di Jepang pada an.

Vaksin ini berlisensi untuk digunakan di Amerika Serikat pada Maret Vaksin pertama untuk mengurangi risiko herpes zoster ini dilisensikan pada Mei Virus terdiri atas genome DNA double-stranded, tertutup inti yang mengandung protein dan dibungkus oleh glikoprotein. Virus ini dapat menyebabkan dua jenis penyakit yaitu varicella chickenpox dan herpes zoster shingles.

VZV memiliki kapasitas untuk bertahan dalam tubuh setelah infeksi pertama primer sebagai infeksi laten. VZV tetap dalam ganglia saraf sensorik. Infeksi primer menyebabkan terjadinya varicella cacar air , sementara herpes zoster shingles adalah akibat dari infeksi berulang. Virus ini diyakini memiliki waktu kelangsungan hidup singkat di lingkungan. Varisela tidak menyebabkan kematian. Sejak lama disepakati bahwa varisela dapat sembuh sendiri swasirna. Namun, varisela termasuk penyakit yang kontagius menular dan penularan terjadi dengan cepat secara airborn infection, terutama pada orang serumah dan pada orang dengan imunokompremais.

Pada orang dengan imunokompremais misalnya pasien dengan Human Imunodeficiency Virus dan kelompok tertentu ibu hamil, neonatus biasanya gejala lebih berat dan mudah mengalami komplikasi. Obat antivirus bermanfaat bila diberikan dalam waktu 24 jam setelah muncul erupsi kulit. Imunisasi vaksin varisela di Indonesia tidak termasuk imunisasi yang diharuskan.

I Meningkatkan pengetahuan pengetahuan masyarakat mengenai penyakit cacar air atau varicella, komplikasi, penanganan serta pencegahan I. Infeksi berulang dapat mengakibatkan terjadinya herpes zoster.

Infeksi akut primer oleh virus varicella zoster yang menyerang kulit dan mukosa, klinis terdapat gejala konstitusi, kelainan kulit polimorf, terutama berlokasi di bagian sentral tubuh. Sementara pada pasien yang mendapat imunisasi, insiden terjadinya varicella secara nyata menurun.

Insiden Sejak diperkenalkan adanya vaksin varicella pada tahun , insiden terjadinya varicella terbukti menurun. Dimana sebelum tahun , terbukti di Amerika terdapat juta kasus varicella setiap tahunnya. Transmisi Transmisi penyakit ini secara aerogen maupun kontak langsung. Kontak tidak langsung jarang sekali menyebabkan varicella.

Penderita yang dapat menularkan varicella yaitu beberapa hari sebelum erupsi muncul dan sampai vesikula yang terakhir. Tetapi bentuk erupsi kulit yang berupa krusta tidak menularkan virus. Inti virus disebut capsid yang berbentuk icosahedral, terdiri dari protein dan DNA yang mempunyai rantai ganda yaitu rantai pendek S dan rantai panjang L dan merupakan suatu garis dengan berat molekul juta dan disusun dari capsomer.

Lapisan ini bersifat infeksius. VZV bertahan pada nervus saraf ganglia. Varicella Zoster Virus dapat menyebabkan varicella dan herpes zoster. Kontak pertama dengan virus ini akan menyebabkan varicella, oleh karena itu varicella dikatakan infeksi akut primer, sedangkan bila penderita varicella sembuh atau dalam bentuk laten dan kemudian terjadi serangan kembali maka yang akan muncul adalah Herpes Zoster.

VZV masuk ke dalam tubuh manusia dengan cara inhalasi dari sekresi pernafasan droplet infection ataupun kontak langsung dengan lesi kulit. Droplet infection dapat terjadi 2 hari sebelum hingga 5 hari setelah timbul lesi dikulit. VZV masuk ke dalam tubuh manusia melalui mukosa saluran pernafasan bagian atas, orofaring ataupun conjungtiva. Siklus replikasi virus pertama terjadi pada hari ke yang berlokasi pada lymph nodes regional kemudian diikuti penyebaran virus dalam jumlah sedikit melalui darah dan kelenjar limfe, yang mengakibatkan terjadinya viremia primer biasanya terjadi pada hari ke setelah infeksi pertama.

Pada sebagian besar penderita yang terinfeksi, replikasi virus tersebut dapat mengalahkan mekanisme pertahanan tubuh yang belum matang sehingga akan berlanjut dengan siklus replikasi virus ke dua yang terjadi di hepar dan limpa, yang mengakibatkan terjadinya viremia sekunder. Pada fase ini, partikel virus akan menyebar ke seluruh tubuh dan mencapai epidermis pada hari ke , yang 2,5,7,8 mengakibatkan timbulnya lesi dikulit yang khas.

Seorang anak yang menderita varicella akan dapat menularkan kepada yang lain yaitu 2 hari sebelum hingga 5 hari setelah timbulnya lesi dikulit. Stadium Prodormal Varicella pada anak yang lebih besar pubertas dan orang dewasa biasanya didahului dengan gejala prodormal yaitu demam, malaise, nyeri kepala, mual dan anoreksia, yang terjadi hari sebelum timbulnya lesi dikulit sedangkan pada anak kecil usia lebih muda yang imunokompeten, gejala prodormal jarang dijumpai hanya demam dan malaise ringan dan timbul bersamaan dengan munculnya lesi dikulit.

Pada kasus yang lebih berat, bisa didapatkan nyeri sendi, sakit kepala dan pusing. Stadium Erupsi Pada varicella, diawali pada daerah wajah dan scalp, kemudian meluas ke dada penyebaran secara centripetal dan kemudian dapat meluas ke ekstremitas. Lesi juga dapat dijumpai pada mukosa mulut dan genital. Lesi pada varicella biasanya sangat gatal dan mempunyai gambaran yang khas yaitu terdapatnya semua stadium lesi secara bersamaan pada satu saat.

Vesikel yang terbentuk dengan dasar yang eritematous mempunyai gambaran klasik yaitu letaknya superfisial dan mempunyai dinding yang tipis sehingga terlihat seperti kumpulan tetesan air diatas kulit tear drop , berdiameter mm, berbentuk elips, dengan aksis panjangnya sejajar dengan lipatan kulit atau tampak vesikel seperti titik-titik embun diatas daun bunga mawar dew drop on a rose petal.

Cairan vesikel cepat menjadi keruh disebabkan masuknya sel radang sehingga pada hari ke 2 akan berubah menjadi pustula. Lesi kemudian akan mengering yang diawali pada bagian tengah sehingga terbentuk umbilikasi delle dan akhirnya akan menjadi krusta dalam waktu yang bervariasi antara hari, kemudian krusta ini akan lepas dalam waktu minggu.

Pada fase penyembuhan varicella jarang terbentuk parut scar , apabila tidak disertai dengan infeksi sekunder bakterial. Data menunukkan perbedaan rasial dalam resiko timbulnya zoster, dengan orang tua kulit putih lebih sering berada dalam resiko dibandingkan dengan orang tua berkulit hitam.

Zoster juga dapat timbul jarang pada anak-anak. Zoster pada pasien imunnocompromise dapat menjadi lebih berat. ANAMNESA Diagnosis varisela ditegakkan berdasarkan anamnesis, gejala prodromal, rasa gatal, dan manifestasi klinis sesuai tempat predileksi dan morfologi yang khas varisela. Dengan menggunakan mikroskop cahaya akan dijumpai multinucleated giant cells. Biopsi kulit Hasil pemeriksaan histopatologis : tampak vesikel intraepidermal dengan degenerasi sel epidermal dan acantholysis.

Pada dermis bagian atas dijumpai adanya lymphocytic infiltrate. Dahulu, variola dan vaccinia merupakan differensial diagnosis yang penting namun infeksi ini sudah sangat jarang ditemukan. Herpes simpleks dapat dibedakan dari pengelompokan vesikelnya, lokasi, dan tes immunoflorescent atau kultur, jika perlu. Tes Tzanck dapat membantu membedakan varicella dengan enteroviral penyebab exanthem lainnya dengan memperlihatkan multinucleated giant cell pada infeksi Herpes zoster.

Komplikasi yang dapat dijumpai pada varicella yaitu : A. Lesi pada kulit tersebut dapat menimbulkan impetigo, furunkel, cellulitis, dan erysepelas. Organisme infeksius yang sering menjadi penyebabnya adalah streptococcus grup A dan staphylococcus aureus. Scar Timbulnya scar yang berhubungan dengan infeksi staphylococcus atau streptococcus yang berasal dari garukan. Pneumonia Dapat timbul pada anak - anak yang lebih tua dan pada orang dewasa, yang dapat menimbulkan keadaan fatal.

Pada orang dewasa insiden varicella pneumonia sekitar 1 : kasus. Neurologik 1. Keadaan ini dapat menetap selama 2 bulan. Lethargy, drowsiness dan confusion adalah gejala yang sering dijumpai. Herpes zoster Komplikasi yang lambat dari varicella yaitu timbulnya herpes zoster, timbul beberapa bulan hingga tahun setelah terjadinya infeksi primer.

Varicella zoster virus menetap pada ganglion sensoris. Reye syndrome Ditandai dengan fatty liver dengan encephalophaty. Keadaan ini berhubungan dengan penggunaan aspirin, tetapi setelah digunakan acetaminophen antipiretik secara luas, kasus reye sindrom mulai jarang ditemukan. X PENCEGAHAN Pada anak imunokompeten yang telah menderita varicella tidak diperlukan tindakan pencegahan, tetapi tindakan pencegahan ditujukan pada kelompok yang beresiko tinggi untuk menderita varicella yang fatal seperti neonatus, pubertas ataupun orang dewasa, dengan tujuan mencegah ataupun mengurangi gejala varicella.

Tindakan pencegahan yang dapat diberikan yaitu : A. Imunisasi pasif 1. Pemberiannya dalam waktu 3 hari kurang dari 96 jam setelah terpajan VZV, pada anak-anak imunokompeten terbukti mencegah varicellla sedangkan pada anak imunokompromais pemberian VZIG dapat meringankan gejala varicella. Imunisasi aktif 1. Vaksinasinya menggunakan vaksin varicella virus Oka strain dan kekebalan yang didapat dapat bertahan hingga 10 tahun.

Digunakan di Amerika sejak tahun Pemberian secara subcutan. Vaksin varicella : Varivax. Tidak boleh diberikan pada wanita hamil oleh karena dapat Menyebabkan terjadinya kongenital varicella. Pengurus pusat ikatan dokter anak indonesia PP-IDAI sampai saat ini masi merekomendasikan vaksinasi pada anak di atas 5 tahun , satu kali pemberian.

Dengan perawatan teliti dan memperhatikan higiene akan memberikan prognosis yang baik dan jaringan parut yang timbul akan menjadi sedikit. Pada neonatus dan anak yang menderita leukimia, immunodefisiensi, sering menimbulkan komplikasi dan angka kematian yang meningkat.

Lichenstein R. Pediatrics, Chicken Pox or Varicella , October 21, Ikatan Dokter Anak Indonesia. Edisi Ke Dua. Jakarta, : 3. Djuanda, Adhi. Bab Varisela. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta : 5. Wolff, Klaus. Johnson, Richard Allen. Jakarta : 7.

ILLICH TO HELL WITH GOOD INTENTIONS PDF

MAKALAH PENYAKIT VARICELLA

Vesikel pada varicella umumnya timbul pertama pada tubuh dan muka, kemudian menyebar ke hampir seluruh tubuh, termasuk kulit kepala dan penis, juga pada mukosa mulut, hidung, telinga, dan vagina. Beberapa orang hanya mengalami sedikit vesikel, meskipun yang lainnya memiliki vesikel hingga ratusan. Vesikel-vesikel baru akan tetap terbentuk, sementara vesikel terdahulu pecah, mengering dan menjadi krusta, dengan demikian pada suatu saat akan tampak bermacam-macam ruam kulit polimorf. Beberapa anak mengalami demam, nyeri perut, atau perasaan tidak enak dengan vesikel pada kulit mereka. Gejala ini umumnya berakhir sekitar 3 hingga 5 hari, dan demam berkisar antara 38,3oC hingga 39,4oC.

JOVANKA HOUSKA SCANDINAVIAN PDF

Varicella merupakan penyakit menular yang dapat menyerang siapa saja. Terutama mereka yang belum mendapat imunisasi di indonesia, tidak banyak data yang mencatat kasus varicella secara nasional. Data yang tercatat merupakan data epidemi cacar air pada daerah tertentu. Pada anak-anak , pada umumnya penyakit ini tidak begitu berat. Namun di negara-negara tropis, seperti di Indonesia, lebih banyak remaja dan orang dewasa yang terserang Varisela.

GUZY FAMILY BACSIK PDF

Infeksi berulang dapat mengakibatkan terjadinya herpes zoster, dimana telah dikenal sejak lama. Infeksi varicella primer cacar air susah dibedakan dengan cacar sampai akhir abad ke Pada tahun , Steiner menunjukkan bahwa cacar air disebabkan oleh cairan vesikula yang berasal dari pasien dengan akut varicella. Observasi klinis mengenai hubungan antara varicella dan herpes zoster dibuat pada tahun oleh Von Bokay ketika anak-anak yang tidak terbukti memiliki kekebalan terhadap varicella setelah kontak dengan herpes zoster. VZV diisolasi dari kedua cairan vesikular yang berasal dari cacar air dan lesi zoster dalam kultur sel oleh Thomas Weller pada tahun Penelitian laboratorium virus itu selanjutnya menyebabkan pengembangan vaksin varicella hidup yang dilemahkan di Jepang pada an. Vaksin ini berlisensi untuk digunakan di Amerika Serikat pada Maret

CLEARQUEST EXPORT REPORT PDF

The varicella zoster virus VZV , a herpesvirus belonging to the subfamily of Alphaherpesviridae. Transmission Transmission is via droplets, aerosol or direct contact, or indirectly by touching freshly soiled contaminated items. Patients are usually contagious from a few days before onset of the rash until the rash has crusted over. Nature of the disease Varicella is an acute, highly contagious disease. In temperate climates most cases occur before the age of 10 years.

Related Articles